Minggu, 28 November 2010

Alam Semesta !

Sejarah Pembentukan Alam Semesta !



Oleh Vacko
Seperti apakah alam semesta ketika big-bang terjadi? Berikut penuturan oleh David Shiga
Bagaimana sejarah alam semesta ini dimulai? Para ilmuwan sepakat bahwa yang memulainya adalah peristiwa Big-Bang, namun teori tersebut tidak menjelaskan bagian yang paling penting, yaitu mengapa dentuman tersebut harus terjadi, bagaimana kondisi alam semesta sebelum itu, dan beberapa hal lain yang sampai saat ini belum bisa dimengerti.
Gambaran tentang alam semesta yang diusulkan oleh para ahli kosmologi ternyata dianggap masih kurang lengkap. Pertama-tama mereka mencoba membuat asumsi keadaan awal dari big-bang. Selanjutnya akan digunakan untuk mengungkap misteri bagaimana alam semesta bisa terbentuk menjadi suatu keadaan yang sangat rapi dan teratur  bila dentuman yang sangat kacaulah yang memulainya.
Beberapa model telah diusulkan untuk menyelesaikan masalah di atas. Ada yang mengusulkan bahwa alam semesta bermula dari lautan lubang hitam yang sangat rapat. Yang lain mengatakan bahwa big-bang terjadi akibat tumbukan dua membran yang mengapung dalam ruang dimensional yang lebih tinggi. Ada juga yang mengatakan bahwa alam semesta telah terpecah-pecah dari suatu kesatuan yang utuh menjadi tak terhitung alam semesta yang lebih kecil. Semua skenario-skenario yang diusulkan di atas memang layak uji. Oleh karena itu pengamatan di waktu mendatanglah yang bisa menyaring skenario mana yang paling benar.
Untuk memodelkan asal mula alam semesta diambil hukum fisika dan mengekstrapolasinya ke masa lalu. Sesuai pengamatan yang dilakukan mundur ke tahun 1920an diketahui bahwa galaksi-galaksi bergerak saling menjauh satu sama lain, yang saat ini disadari sebagai pengembangan alam semesta. Dengan mengacu pada proses pengembangan alam semesta tersebut, para peneliti menyimpulkan bahwa 13,7 milyar tahun yang lalu alam semesta berada dalam keadaan yang masih sangat kecil, sangat rapat, dan sangat panas. Teori big-bang pertama kali diusulkan tahun 1927 oleh Georges Lemaitre, yang kemudian dikuatkan pada tahun 1964 atas penemuan cosmic microwave background, radias pengisi alam semesta yang diduga merupakan relik dari big-bang.
Pada tahun 1981 Alan Guth dari Massachusetts Institut of Tecnology dan beberapa orang lainnya menemukan bahwa pengembangan alam semesta terjadi lebih cepat dari yang diduga sebelumnya, teori ini dimanakan inflasi kosmis (cosmis inflation) yang menyatakan bahwa alam semesta berkembang secara eksponensial dari sesuatu yang sangat kecil. Sayangnya teori ini belum bisa menjelaskan asal mula alam semesta.
Inflasi terjadi dalam selang waktu 10-35 dan 10-32 detik setelah big-bang terjadi. Hukum kedua termodinamika mengindikasi bahwa entropi alam semesta sangat rendah beberapa saat setelah big-bang. Dari sini Thomas Banks dari Universitas California dan Willy Fischler dari Universitas Texas Austin menyatakan bahwa pada mulanya alam semesta kita merupakan lautan lubang hitam yang rapat. Mereka menyebutnya sebagai skenario
holographic cosmology
Gagasan ini dilandasi oleh prinsip hologram yang ditemukan oleh Gerard’t Hooft of Utrecth University di Belanda dan dikembangkan oleh Leonard Susskind dari Stanford University di California. Meskipun teori ini belum terbukti namun beberapa fisikawan yakin bahwa prinsip ini benar;semua informasi tentang ruang volume dapat direpresentasikan oleh hukum fisika. Entropi dapat menjelaskan suatu informasi, karena semakin tidak teraturnya sebuah sistem, maka akan semakin banyak informasi yang bisa menjelaskannya.
Sekarang mari kita bayangkan saat big-bang terjadi. Saat itu energi dan materi menyatu lebih rapat pada setiap daerah hingga mencapai suatu batas kerapatan entropi, dengan kata lain mengisinya dengan lautan lubang hitam mikroskopik.
Menurut Banks dan Fischler, alam semesta bermula dari suatu fluida lubang hitam. Selanjutnya lubang hitam akan mengisi seluruh ruang sekitarnya, dengan tingkat kerapatan lubang hitam bergantung pada prinsip ketidakpastian mekanika kuantum. Fluktuasi yang mengarah pada kerapatan yang lebih rendah mengimplikasikan bahwa lubang hitam yang mengisi suatu volume kerapatannya tidak merata, namun saling renggang satu sama lain sehingga memungkinkan untuk diisi oleh radiasi.
Kondisi ini yang mengawali pembentukan alam semesta kita. Jika lubang hitam berada pada suatu ruang yang terbuka dalam kerapatan tertentu dan bergerak dengan sangat cepat, maka tumbukan dan merging antar lubang hitam akan menyebar hingga mengisi seluruh ruang, dan menariknya kembali dalam fluida lubang hitam. Namun jika antar lubang hitam terpisah cukup jauh dan bergerak dengan lambat, merging tidak akan terjadi dengan cepat. Suatu ruang pada daerah tertentu terisi oleh radiasi panas yang mengembang dengan sangat cepat, mendorong lubang hitam pada jarak yang jauh.
Sekitar 10-35 detik setelah big-bang terjadi inflasi alam semesta dengan kecepatan satu kilometer per milisekon. Partikel-partikel terkondensasi membentuk bintang-bintang, galaksi-galaksi, planet-planet, dan kehidupan.
Lalu bagaimana Banks dan Fischler menjelaskan rendahnya entropi alam semesta? Beberapa gelembung ruang yang berasal dari fluida lubang hitam telah menyatu, agar tidak runtuh menjadi fluida lagi diperlukan entropi yang rendah. Karena entropi yang tinggi akan menyebabkan pergerakan lubang hitam yang lebih cepat  yang akan memicu tumbukan dan merging. Sehingga kehidupan di alam semesta tidak mungkin terbentuk.
Ilmuwan-ilmuwan lainnya masih memperdebatkan peran dari ‘holographic cosmology’. Teori lain dikemukakan oleh Steinhadt dan Turok model. Model yang mereka usulkan termotivasi oleh teori string. Mereka menggambarkan alam semesta dalam bentuk 3 dimensi berupa membran/brane yang mengapung dalam ruang 4 dimensi. Masing-masing brane saling bertumbukan satu sama lain yang menyebabkan temperatur alam semesta 1023 kelvin dan mengembang, dengan beberapa energi terkondensasi menjadi materi. Model ini menyerupai teori big-bang, bedanya alam semesta telah ada sebelumnya.
Setelah tumbukan terjadi stretching dan pemisahan antar brane yang menyebabkan alam semesta mengembang dipercepat. Hal ini bersesuaian dengan hasil pengamatan saat ini melalui deskripsi energi gelap. Tumbukan antar brane suatu saat akan melambat dan berhenti, namun setelah itu proses awal akan diulang lagi (cycle). Tumbukan yang terjadi berikutnya akan menyuplai materi dan radiasi ke dalam brane.
Masalah yang muncul adalah energi yang diubah dalam bentuk materi melalui mekanisme tersebut terlalu kecil sehingga akan mengarah pada bentuk alam semesta yang benar-benar berbeda dengan yang kita punyai saat ini. Steinhardt dan Turok memberikan argumentasi bahwa energi gelap akan menguat ketika suatu brane mendekati brane lain, yang akan mengatasi fluktuasi-flukuasi kecil dan mejaga alam semesta tetap smooth.
Model di atas memang sangat berbeda dengan model yang diusulkan oleh Banks dan Fischler. Namun pada dasarnya kedua model memiliki landasan dasar yang sama. Lubang hitam akan terbentuk melalui suatu mekanisme tumbukan brane yang ekstrim.
Penjelasan mengenai rendahnya nilai entropi alam semesata oleh kedua model memang sangat berbeda. Hukum kedua termodinamika membuat kosmologi cycle bisa terbentuk dalam kondisi entropi yang rendah. Skenario brane menyelesaikan masalah ini. Stretching masing-masing brane melemahkan materi, radiasi dan entropi sebelum tumbukan terjadi. Saat big-bangi keseluruhan entropi akan sangat rendah. Dan untuk mendapatkan cukup pelemahan maka alam semesta haruslah menjauh selama triliunan tahun ketika tumbukan.
Salah satu model yang merupakan hasil penyatuan dengan yang lain mengusulkan bahwa mulanya alam semesta berasal dari suatu induk alam semesta yang kemudian dipecah-pecah oleh energi gelap menjadi bagian-bagian yang lebih kecil yang tak terhitung jumlahnya. Model ini dikembangkan oleh Lauris Baum dan Paul Frampton, keduanya berasal dari Universitas of North Carolina in Chapel Hill, skenario yang disulkan akan menjawab masalah akumulasi entropi alam semesta.
Model tersebut dimulai dari asumsi bahwa energi gelap akan meningkat ketika alam semesta mengembang. Peningkatan kerapatan secara perlahan  akan menghasilkan gaya repulsif untuk menghancurkan galaksi-galaksi, bintang-bintang dan bahkan atom-atom, yang terkumpul dalam suatu bencana yang irreversible yang disebut ‘big rip’ dimana kecepatan pengembangan alam semesta menuju tak terbatas. Baum dan Frampton mendesain sebuah model energi gelap yang memilki gaya yang atraktif dengan terlebih dahulu mengabaikan keberadaan bintang-bintang yang pada akhirnya akan dibuat mengembang dengan cepat, aspek repulsif sangat dominan ketika alam semesta masih berukuran kecil dan muda.
Berdasarkan skenario mereka, pengembangan alam semesta semakin lama semakin cepat, yang melemahkan materi dan radiasi dalam jumlah yang besar. Bahkan kecepatan pengembangan tersebut lebih cepat dari kecepatan cahaya. Hal ini tidak bertentangan dengan batas kecepatan yang diharuskan oleh relativitas, selama pengembangannyalah yang melebihi kecepatan cahaya, bukan pergerakan materi yang mengisi alam semesta. Selama tidak ada partikel dan gaya yang bergerak melebihi kecepatan cahaya, masing-masing bagian akan terpisah satu sama lain menjadi pulau-pulau alam semesta.
Proses ini akan mengarah pada akhir alam semesta, 10-27 detik sebelum big-rip, aspek atraktif dari energi gelap akan mengambil alih bagian repulsif yang akan menyebabkan kepulauan alam semesta berkontraksi. Dalam hal ini model di atas bersesuaian dengan skenario standart inflasi, dan materi mengumpul membentuk bintang dan galaksi yang ada disekitar kita.
Nah, bagaimana dengan pertanyaan entropi yang rendah? Sebagaimana dalam model cyclic brane,  fragmentasi alam semesta mencegah agar tidak timpang dengan mengakumulasikan entropi from cycle to cycle. Di akhir setiap cycle, entropi yang telah dihasilkan selanjutnya dibagi-bagi ke sejumlah besar alam semesta baru terbentuk.
Jauh dikemudian hari, keseluruhan proses akan mengulang dengan sendirinya, membentuk alam semesta baru yang tak terhitung jumlahnya dari alam semesta yang kita miliki sekarang. Hal ini mengisyaratkan dulunya hanya sedikit alam semesta yang terbentuk. Dari sini muncul pertanyaan, jika kita jauh mundur ke belakang adakah suatu permulaan alam semesta? Dengan kata lain, apakah waktu masih tetap memiliki suatu permulaan? Frampton menjawabnya tidak.
Dark Prediction
Dua model yang telah diusulkan di atas mengharuskan ilmuwan untuk memilih salah satu yang benar. Kedua ide tentang energi gelap muncul di kedua model namun dengan kelakuan yang berbeda. Agar terjadi fragmentasi energi gelap harus terus-menerus meningkat yang berakibat pada pengembangan alam semesta. Fisikawan melambangkan perbedaan kelakuan energi gelap dengan lambing w, yang mendeskripsikan variasi energi gelap sebagai fungsi dari waktu.
Dark energi yang menyebabkan pengembangan alam semesta memiliki nilai w=-,kadang disebut sebagai konstanta kosmologi. Sedangakan energi gelap yang berhubugan dengan fragmentasi alam semesta memilki nilai w yang lebih negative, misalnya -1,05. Sebaliknya, dalam model cyclic brane dark energi berasal dari energi potensial dari dua brane, yang berkorelasi dengan jarak masing-masing brane. Ketika masing-masing brane menjauh satu sama lain,seperti yang terjadi saat ini, menyebabkan kekuatan energi gelap menurun. Yang menunjukkan nilai w yang lebih besar dari -1, misalnya -0,95.
Selama energi gelap mempengaruhi pengembangan alam semesta, ilmuwan dapat meneliti perubahan kekuatannya dengan mengamati pengembangan alam semesta pada waktu yang berbeda-beda. Astronom melakukannya melalui ledakan supernova, yang memungkinkan mereka untuk menghitung gerak saling menjauhnya antar galaksi pada titik-titik berbeda pada suatu waktu. Tentunya metode ini hanya bisa menjelaskan energi gelap setelah bintang-bintang terbentuk, namun kekuatan cosmic microwave background bisa diplot masa awal pembentukan alam semesta, 380.000 tahun setelah big-bang. Melihat 13,7 milyar tahun yang lau kita akan melihat gas panas mengisi alam semesta ini. Dari radiasinya ilmuwan bisa mengukur pengurangan kecepatan gas tersebut yang bisa menjelaskan kepada kita seberapa cepat pengembangan alam semesta pada waktu itu.
Menggabungkan kedua metode didapati bahwa energi gelap mendekati konstan, dengan nilai w yang mendekati -1. Dari sinilah pengukuran baru dimulai. The European Space Agency (ESA) Planck satelit, yang meluncur pada tahun 2008, akan mengukur microwave background dengan ketelitian tanggal yang lebih besar, bila nilai w tidak tepat -1 maka salah satu dari dua model di atas adalah benar, namun bila nialinya sangat dekat dengan -1 maka kedua model akan jatuh.
Menguji holographic cosmology dan lautan black hole-nya ternyata jauh lebih rumit. Untuk itu harus ditemukan lubang hitam yang telah ada sejak pembentukan alam semesta. Lubang hitam primordial juga muncul dalam skenario cyclic brane, namun dengan ukuran yang sangat kecil dan telah mengalami evaporasi melalui mekanisme yang dinamakan radiasi Hawking.
Lubang hitam terbesar dari model holographic cosmology, kurang dari 100 gram, bisa bertahan hingga saat ini karena propertinya yang unik, yaitu memiliki satu kutub medan magnet , sedangkan medan magnet yang saat ini biasa teramati berasal dari dua kutub, fisikawan menyebutnya sebagai monopole, parikel magnetik dengan satu kutub, yang telah terbentuk pada masa awal alam semesta.
Pada gambar standart big-bang, gelombang graviatasional tergenerasi selama inflasi dari tumbukan kumpulan-kumpulan materi. Beberapa gelombang ini mungkin bisa diamati dengan menggunakan detektor yang disponsori oleh ESA dan NASA, Laser Interferometer Space Antena, yang akan diluncurkan tahun 2015, atau melalui pengamatan cosmic microwave background. Dalam model tumbukan brane, tidak pernah terjadi inflasi, yang berarti gelombang gravitasi primordial tidak akan pernah dihasilkan. Sehingga pengamatan terhadap hal tersebut akan menjatuhkan skenario brane dan mengunggulkan skenario lautan lubang hitam dan fragmentasi alam semesta.
Pembuktian terhadap kedua model membutuhkan waktu yang lama. Hingga saa itu pertanyaan kita tentang bagaimana alam semesta sebelum big-bang masih belum bisa dikawab.

Namun Bagaimana Dengan Air



Air menyelimuti kurang lebih 2/3 bagian bumi, hanya 1/3 bagian dari planet ini yang muncul sebagai daratan kering. Hal ini tentu menimbulkan beberapa pertanyaan besar yaitu:1. Darimanakah air dalam jumlah yang sangat besar ini muncul?
Menurut perkiraan ilmuwan, terbentuknya air di bumi terjadi sekitar 2 miliar tahun lalu ketika bumi mulai mengalami proses pendinginan. Sebelumnya bumi berbentuk gas yang kemudian memadat menjadi bentuk cair lalu mulai mengeras dan mendingin. Proses pendinginan secara bertahap telah menyelimuti bumi dengan lapisan awan yang padat, yang mengandung sebagian besar air di planet ini. Untuk jangka waktu yang lama, permukaan bumi masih sangat panas sehingga tetesan air yang jatuh akan segera kembali menjadi uap air. Hal ini membuat tingkat kepadatan awan semakin tinggi sehingga tidak ada sinar matahari yang mampu menembus sampai permukaan bumi. Segera setelah bumi mendingin, hujan mulai turun. Hujan ini adalah hujan yang pertama dan terjadi secara terus-menerus dari siang ke malam, hari ke bulan, bulan ke tahun dan tahun ke abad. Air ini kemudian mengisi basin dan tempat-tempat yang rendah di permukaan bumi hingga akhirnya menjadi lautan.
2. Mengapa air laut asin?
Sejak hujan pertama turun, air telah membawa menggerus tanah. Pada akhirnya proses yang berulang-ulang ini memecah batuan dan melarutkan mineral yang terkandung di dalamnya. Mineral ini kemudian terbawa dan terkonsentrasi di lautan. Dengan demikian semakin lama, laut menjadi semakin asin. Ilmuwan berpendapat bahwa kandungan utama laut purba adalah karbon dioksida, belerang, nitrogen, fosfor, potassium dan kalsium. Dan dari bahan-bahan inilah serta proses bio-kimia yang kompleks diperkirakan muncul bentuk kehidupan pertama di bumi yang berupa mikroorganisme.
3. Bila pembaca mengikuti penjelasan di atas, tentu akan mengajukan pertanyaan lainnya, yaitu mengapa di planet tetangga tidak terdapat air, padahal proses terbentuknya planet di tata surya ini hampir serupa?
Untuk Merkurius dan Venus jawabannya jelas karena jaraknya terlalu dekat dengan matahari sehingga tidak memungkinkan bagi air untuk terbentuk oleh karena radiasi yang berlebihan. Untuk planet Mars, NASA telah menemukan air dalam bentuk es di kutub planet Mars. Setelah mengirimkan Beagle 2, bahkan ilmuwan NASA memprediksi bahwa di masa lalu, air pernah mengalir di permukaan Mars, hal ini terlihat dari foto sungai purba dan batu berbentuk oval dan bulat yang di bumi banyak terdapat di sepanjang aliran sungai. Jenis batu ini hanya bisa terbentuk karena terkikis oleh aliran air.
4. Adakah teori alternatif tentang munculnya air di bumi?
Kembali ke asal usul air di Bumi, ternyata terdapat teori alternatif tentang terbentuknya air di bumi. Beberapa ilmuwan berpendapat bahwa jumlah air di bumi terlalu besar. Sehingga tidak mungkin proses pendinginan cukup menghasilkan air dalam jumlah yang sangat besar. Kemungkinan air berasal dari sejumlah komet besar (umumnya komet terdiri dari es) yang beberapa miliar tahun lalu jatuh ke bumi. Dengan demikian air berasal dari luar angkasa. Bila teori ini benar, ada implikasi lainnya yang timbul karena air adalah asal mula kehidupan, maka manusia dan semua makhluk hidup di bumi ini bukanlah penghuni asli melainkan alien atau pendatang yang asal usulnya dari luar angkasa.


Galaksi Yang Ada di Alam Semesta !

800px-Milky_Way_Galaxy_and_a_meteor
GALAKSI BIMA SAKTI
320px-M31_Lanoue
GALAKSI ANDROMEDA
800px-M33HunterWilson1
GALAKSI TRIANGULUM
800px-M104_ngc4594_sombrero_galaxy_hi-res
GALAKSI SOMBRERO
800px-Hubble2005-01-barred-spiral-galaxy-NGC1300
GALAKSI NGC-1300
612px-Hoag's_object
HOAG’S OBJECT
509px-File-Ngc5866_hst_big
NGC5866
604px-Antennae_galaxies_xl
GALAKSI ANTENNAE
739px-M82_Chandra_HST_Spitzer
M28
574px-M87_jet
M87 ( VIRGO A)
538px-I_Zwicky_18a
I Zwicky 18
640px-Seyfert_Sextet_full
KUMPULAN GALAKSI SEYFERT SEXTET
Yang terdiri dari :
NGC 6027
NGC 6027a
NGC 6027b
NGC 6027c
NGC 6027d
NGC 6027e
 Sungguh Indah dan Mempesona Ciptaanmu Tuhan Yang Maha Kuasa ( Allah SWT )

Profil Galaksi !

Galaksi Andromeda


Galaksi Andromeda dengan nama lain Messier 31, M31, atau NGC 224 adalah salah satu galaksi di luar galaksi Bima Sakti yang dapat dilihat dengan mata telanjang, asalkan dilihat pada malam yang cerah, tanpa bulan dan tanpa polusi cahaya. Strukturnya mirip dengan galaksi Bima Sakti yaitu berbentuk spiral. Jaraknya sekitar 2,5 juta tahun cahaya. Letaknya di langit adalah di belahan langit utara, sekitar 41 derajat di sebelah utara khatulistiwa langit, baik diamati sekitar bulan September, Oktober, November. Dengan mata telanjang, galaksi ini nampak seperti kabut tipis kecil di langit utara, tapi jika diamati dengan teropong yang dapat menampakkan bintang bintang redup di tepian galaksi Andromeda, ternyata ukuran Andromeda bisa lebih dari 7 kali diamter sudut bulan. Galaksi ini berisi sekitar 1 triliun bintang, dan bergerak mendekati Bima Sakti dengan kecepatan sekitar 300 km/detik.
Pemandangan yang menakjubkan dari Galaksi Andromeda merupakan gambar resolusi tertinggi yang pernah dibuat dari Andromeda Galaxy (M31 alias) – pada panjang gelombang ultraviolet.
Mosaik terdiri dari 330 gambar individu meliputi wilayah dengan lebar 200.000 tahun cahaya. Di dalamnya menunjukkan sekitar 20.000 sumber, didominasi oleh panas, bintang-bintang muda dan bintang padat cluster yang kuat dan memancarkan sinar ultraviolet.
Kita tahu, Galaksi Andromeda adalah galaksi spiral besar yang terdekat dengan Bima Sakti kita sendiri, mempunyai jarak sekitar 2,5 juta tahun cahaya. Walaupun manusia banyak menemukan hal-hal baru mengenai astronomi, tetapi itu diperkirakan hanya 4 % kehidupan jagat raya ini.
Galaksi Andromeda tampaknya membesar dengan menelan bintang-bintang dari galaksi lain, demikian hasil penelitian.
Ketika sebuah tim ilmuwan memetakan Andromeda, mereka menemukan bintang-bintang yang mereka katakan merupakan “sisa-sisa galaksi kerdil”. Para Astronom melaporkan temuan mereka di jurnal Nature.
Mengonsumsi bintang-bintang sudah pernah diperkirakan sebelumnya namun tim survei ini menyediakan rincian gambar untuk menunjukkan hal itu terjadi. Gambar itu menunjukan “model hirarkis” pembentukan galaksi sedang berjalan.
Model itu memprediksi bahwa galaksi besar akan dikelilingi sias-sisa galaksi lebih kecil yang mereka konsumsi. Kalangan ilmuwan memetakan pinggiran Andromeda secara rinci untuk pertama kali.

Sungguh indah bagi saya !

Galaksi Sombrero


The Sombrero Galaxy (juga dikenal sebagai M104 atau NGC 4594) adalah unbarred galaksi spiral di konstelasi Virgo. Memiliki inti terang, luar biasa besar tonjolan pusat, dan debu terkemuka cenderung jalan dalam disk. Jalur debu yang gelap dan tonjolan memberikan galaksi ini penampilan sebuah sombrero. Galaksi memiliki magnitudo tampak dari 9,0,sehingga mudah terlihat dengan teleskop amatir. Tonjolan besar, pusat lubang hitam supermasif, dan debu jalan semua menarik perhatian para astronom profesional yang terjadi di Bima Sakti itu sendiri. Cahaya dari supernova mencapai bumi pada 23 Februari 1987. Sebagai supernova pertama ditemukan pada tahun 1987, itu berlabel "1987a". Kecerahan yang memuncak pada Mei dengan besarnya yang jelas sekitar 3 dan perlahan-lahan menurun pada bulan-bulan berikutnya. Ini adalah kesempatan pertama bagi para astronom modern untuk melihat supernova dari dekat.


Hoag's Object


Tidak khas, jenis galaksi yang dikenal sebagai galaksi cincin, penampilan Hoag's Obyek telah tertarik astronom amatir sebanyak struktur yang lazim terpesona profesional. Apakah ini satu galaksi atau dua? Pertanyaan ini terungkap di tahun 1950 ketika astronom Seni Hoag kebetulan extragalactic pada objek yang aneh ini. Di luar adalah sebuah cincin didominasi oleh bintang-bintang biru terang, sedangkan terletak di dekat pusat bola banyak bintang-bintang merah yang mungkin jauh lebih tua. Antara keduanya adalah kesenjangan yang muncul hampir sepenuhnya gelap.
Bagaimana Hoag's Obyek terbentuk tetap tidak diketahui, walaupun objek serupa kini telah diidentifikasi dan secara kolektif dicap sebagai bentuk cincin galaksi. Kejadian hipotesis termasuk tabrakan galaksi miliaran tahun yang lalu dan perturbative interaksi gravitasi melibatkan inti berbentuk yang luar biasa.
Foto di atas diambil oleh Teleskop luar angkasa Hubble pada bulan Juli 2001 belum pernah terjadi sebelumnya mengungkapkan rincian Hoag's Obyek dan dapat menghasilkan pemahaman yang lebih baik. Hoag's Obyek rentang sekitar 100.000 tahun cahaya dan terletak sekitar 600 juta tahun cahaya ke arah konstelasi Serpens. Kebetulan, terlihat di dalam celah cincin lagi-lagi galaksi yang mungkin terletak jauh di kejauhan.



Galaksi Black Eye


Sebuah galaksi spiral di konstelasi Coma Berenices, Messier 64, yang terkenal "Black Eye" galaksi atau "Putri Tidur galaksi," memiliki spektakuler band gelap menyerap debu di depan inti galaksi cerdas. Itu terkenal di kalangan astronom amatir karena penampilannya di teleskop kecil.












Galaksi Supernova 1987 A


Dua dekade lalu, para astronom melihat salah satu ledakan bintang paling terang di lebih dari 400 tahun: sebuah bintang terkutuk, disebut Supernova 1987a. Gambar ini menunjukkan seluruh wilayah sekitar supernova. Fitur yang paling menonjol dalam gambar adalah sebuah cincin dengan puluhan titik terang. Sebuah gelombang kejut material yang disebabkan oleh ledakan bintang yang terempas ke daerah di sepanjang daerah batin cincin, pemanasan mereka, dan menyebabkan mereka bercahaya.
Cincin, sekitar tahun cahaya di seberang, mungkin gudang dengan bintang-bintang sekitar 20.000 tahun sebelum meledak. Dalam beberapa tahun berikutnya, seluruh cincin akan menyala seperti menyerap kekuatan penuh kecelakaan. Cincin yang menyala-nyala diharapkan menjadi cukup terang untuk menerangi bintang lingkungannya, menyediakan astronom dengan informasi baru tentang bagaimana mengusir bintang materi sebelum ledakan. Gambar itu diambil pada bulan Desember 2006 dengan Kamera Hubble untuk Survei. (Kredit: NASA, ESA, dan R. Kirshner; Harvard-Smithsonian Center for Astrophysics)

Sungguh Menawankah Galaksi ini ? bagi saya ada hal aneh digambar ini lihat lubang yang tengah dan di tengahnya seperti gambar orang ?

Grand Spiral Galaxy


Grand Spiral Galaxy juga dikenal sebagai NGC 123, galaksi yang menakjubkan ini didominasi oleh jutaan bintang terang dan gelap debu, terperangkap dalam pusaran gravitasi lengan spiral berputar di sekitar pusat. Open cluster yang berisi bintang-bintang biru terang dapat dilihat ditaburkan di sepanjang lengan spiral ini, sementara jalur gelap debu antarbintang padat dapat dilihat ditaburkan di antara mereka. Kurang terlihat, tetapi dapat dideteksi, adalah normal redup miliaran luas bintang-bintang dan gas antar bintang, bersama-sama memegang massa yang tinggi seperti mereka mendominasi dinamika galaksi batin. Invisible adalah jumlah lebih besar materi dalam bentuk yang kita belum tahu - meresap materi gelap yang diperlukan untuk menjelaskan gerakan yang terlihat di luar galaksi.

Galaksi NGC 1512


Sebuah galaksi spiral yang terletak sekitar 30 juta tahun cahaya ke arah konstelasi Horologium, Galaxy NGC 1512 adalah cukup terang untuk dilihat dengan teleskop amatir. Galaksi adalah sekitar 70.000 tahun cahaya di seberang, yang hampir sama besar dengan kita sendiri galaksi Bima Sakti. Inti galaksi yang luar biasa bagi para "circumnuclear" Starburst cincin, yang merupakan lingkaran luar biasa dari kelompok-kelompok bintang muda yang mencakup beberapa tahun cahaya di 2400. Galaksi "starbursts" adalah episode penuh semangat pembentukan bintang baru dan ditemukan di berbagai galaksi lingkungan.



Galaksi NGC 3.370


Galaksi spiral yang berdebu yang terletak sekitar 98 juta tahun cahaya ke arah konstelasi Leo, pusat NGC 3.370 menunjukkan jalur debu digambarkan dengan baik dan sakit luar biasa yang ditentukan inti. Pandangan ini adalah 3.370 NGC diperoleh oleh Teleskop luar angkasa Hubble menggunakan Kamera untuk survei dan cukup tajam untuk mengidentifikasi individu bintang variabel Cepheid di galaksi. Bintang variabel Cepheid yang digunakan untuk menetapkan jarak extragalactic. Pada tahun 1994, Ia sypernova Tipe meledak di NGC 3.370. (Kredit: NASA, The Hubble Heritage Tim dan A. Riess; STScI) galaksi adalah sekitar 70.000 tahun cahaya di seberang, yang hampir sama besar dengan kita sendiri galaksi Bima Sakti. Inti galaksi yang luar biasa bagi para "circumnuclear" Starburst cincin, yang merupakan lingkaran luar biasa dari kelompok-kelompok bintang muda yang mencakup beberapa tahun cahaya di 2400. Galaksi "starbursts" adalah episode penuh semangat pembentukan bintang baru dan ditemukan di berbagai galaksi lingkungan.

Galaksi M81


Besar dan indah galaksi spiral M81, di konstelasi bintang biduk utara, adalah salah satu galaksi paling terang terlihat di langit planet Bumi. Luar biasa ini tampilan rinci mengungkapkan inti cerah,lengan spiral besar dan menyapu debu kosmis jalur dengan skala yang sebanding dengan Bima Sakti. Mengisyaratkan pada masa lalu yang kacau, debu jalan yang luar biasa berjalan lurus melalui disk, bawah dan kanan dari pusat galaksi, bertentangan dengan M81 terkemuka lainnya fitur spiral. Errant jalur debu yang mungkin melekat erat hasil dari pertemuan antara M81 dan galaksi pendamping yang lebih kecil, M82. Bintang variabel pengawasan di M81 (alias NGC 3031) telah menghasilkan salah satu yang terbaik untuk menentukan jarak galaksi eksternal -11,8 juta tahun cahaya.

Hubble Temukan Galaksi Aneh


Jakarta, Teleskop ruang angkasa Hubble NASA menemukan galaksi dengan bentuk aneh antara spiral dan elips. NGC 7049 berada di selatan konstelasi Indus dan kluster galaksi yang paling terang.
BCG biasanya merupakan galaksi yanag paling tua dan paling besar. Penemuan baru itu memberi peluang bagi astronomer untuk mempelajari kluster yang ada di dalamnya.
NGC 7049 memiliki halo atau wilayah bercahaya di sekeliling galaksi yang dihasilkan oleh bintang. Serta terdapat latar belakang menyala mengeliligi inti galaksi itu.
Tidak banyak kluster serupa NGC 7049 dibandingkan galaksi yang lebih besar. Indikasi ini menunjukkan lingkungan sekitarnya, di awal pembentukan jagad raya.
Hubble berhasil menangkap gambar ini menggunakan teknologi Advanced Camera for Surveys yang dimilikinya. Teknologi ini utamanya untuk meburu galaksi dan kelompok galaksi di wilayah terpencil.
Sebelumnya teleskop ini berhasil menangkap sekelompok tabrakan galaksi.

Sungguh Transparan juga galaksi ini !

Galaksi Roda Biru

Adalah galaksi yang berputar di Trianggulum sejauh 2 juta tahun cahaya dan merupakan galaksi yang kecil dan paling dekat.





Galaksi Dolar Perak (Silvery Coin)


Berupa galaksi spiral pipih yang terletak sejauh 13 juta tahun cahaya. Galaksi ini merupakan salah satu dari beberapa galaksi yang mendekati galksi Bima Sakti. Kecepatan majunya mengalahkan kecepatan pemuaian kosmos.

Ini Dia Berbagai Macam Gambar Galaksi yang Menakjubkan!



trifid-Nebula-teleskop-hubble-12




starry-night-teleskop-hubble-09



sombrero-teleskop-hubble-06



seahorses-teleskop-hubble-05



reflection-nebula-teleskop-hubble-08





Orion-Nebula-teleskop-hubble-11



NGC-2818-clouds-teleskop-hubble-15




mice_galaxy-teleskop-hubble-18





IC-4406-square-teleskop-hubble-13





hourglass-teleskop-hubble-04






crab-nebula-1054-AD-teleskop-hubble-16


cone-nebula-teleskop-hubble-07









Galaksi Pusaran Air


Adalah galaksi spiral yang terlentang dan didampingi oleh pengiring yakni sebuah galaksi yang tidak teratur. Lengannya diterangi oleh bintang yang besar berupa debu dan gas. Pengiring kecil NGL 5195 termasuk kelas tidak beraturan. Keduanya bersentuhan menjauhi Bima Sakti dengan kecepatan yang sama dan berada pada jarak yang sama yaitu 14 juta tahun cahaya.

Planet yang bisa dihuni manusia selain bumi !

Untuk pertama kalinya, astronom akhirnya menemukan planet yang mirip Bumi di luar Tata Surya, sebuah planet ekstrasolar dengan radius 50% lebih besar dari bumi dan mampu memiliki air dalam bentuk cair. Penemuan ini memberi sebuah harapan baru dan sebuah langkah maju dalam usaha pencarian planet-planet yang bisa digolongkan sebagai planet layak huni. Dengan menggunakan teleskop ESO 3,6 m, tim pemburu planet dari Swiss, Perancis dan Portugal akhirnya menemukan super-Bumi yang massanya 5 kali massa Bumi dan mengorbit bintang katai merah, yang sebelumnya diketahui telah memiliki planet bermassa Neptunus. Para astronom juga menemukan bukti kuat yang menunjukkan indikasi keberadaan planet ketiga dengan massa 8 kali massa Bumi.
Planet Gliese 581 c

Planet Gliese 581 c planet yang diduga mirip Bumi. kredit : ESO
Exoplanet, itulah cara para astronom dalam menyebut planet yang berada disekitar bintang selain Matahari. Nah, exoplanet yang baru ditemukan ini merupakan exoplanet terkecil yang pernah ditemukan hingga saat ini dan ia bisa mengitari bintangnya hanya dalam 13 hari. Dan jaraknya juga 14 kali lebih dekat dari jarak Bumi -Matahari. Bintang induknya sendiri ternyata bukanlah bintang sekelas Matahari melainkan bintang katai merah yang lebih kecil, kebih dingin dan lebih redup dibanding Matahari. Itulah bintang Gliese 581, bintang yang menaungi si exoplanet mirip Bumi tersebut.
Si exoplanet yang mirip Bumi ini terletak di dalam area layak huni sang bintang (berada dalam habitable zone bintang – akan dibahas dalam artikel yang lain), daerah disekitar bintang dimana air yang berada pada area itu bisa berada dalam bentuk cairan. Exoplanet tersebut dinamakan Gliese 581 c yang artinya planet kedua yang bermukim di bintang Gliese 581. Planet pertama dalam extrasolar planet dinamakan dengan nama bintang dan diikuti indikasi b, bintang kedua indikasinya c dst.
Menurut Stephane Udry dari Geneva Observatory, mereka memperkirakan temperatur rata-rata super-Bumi ini antara 0 – 40 derajat Celcius, dan kondisi airnya masih dalam bentuk cairan. Selain itu radiusnya juga diperkirakan hanya 1,5 kali radius Bumi, dan dari pemodelannya bisa diperkirakan kalau planet ini merupakan planet batuan seperti Bumi atau bisa jadi Gliese 581 c adalah planet lautan.
Ditambahkan oleh Xavier Delfosse, salah satu anggota tim dari Perancis, kalau air dalam bentuk cair merupakan komponen yang sangat penting bagi kehidupan sepanjang yang kita ketahui. Dengan memiliki temperatur dan jarak yang relatif dekat seperti yang dimiliki Gliese 581 c, planet ini kemungkinan akan menjadi target penting dalam misi ruang angkasa di masa depan khususnya dalam hal pencarian kehidupan extra-terrestrial. Dan di dalam peta harta karun alam semesta, Gliese 581 c akan ditandai dengan X.
- perlu diingat perbandingan kehidupan itu sendiri akan selalu mengacu pada kehidupan di Bumi.-
Gilese 581
Bintang induk Gliese 581 merupakan satu diantara 100 bintang yang berada dekat dengan kita. Massa dan radiusnya hanya sepertiga massa Matahari. Planet katai merah seperti ini secara intrinsik memiliki kecerlangan setidaknya 50 kali lebih lemah dari Matahari. Bintang katai merah juga termasuk bintang yang umum ditemukan di dalam galaksi kita (Bimasakti) : diantara 100 bintang dekat dengan Matahari, 80 diantaranya berada di kelas ini.
Gl 581, atau Gliese 581, merupakan bintang ke 581 dalam urutan Katalog Gliese yang merupakan susunan bintang yang berada dalam jarak 25 parsecs (81,5 tahun cahaya) dari bintang. Katalog tersebut dibuat oleh Gliese dan diterbitkan pada tahun 1969 dan diperbaharui tahun 1991 oleh Gliese dan Jahreiss. Gliese 581 sendiri jaraknya 6,26 parsecs (22,66 tahun cahaya) berada di konstelasi Libra dan usianya 4,3 milyar tahun.
Menurut Xavier Bonfils dari Lisbon University, Bintang katai merah merupakan target ideal dalam pencarian planet bermassa kecil yang memiliki air dalam bentuk cair. Hal ini disebabkan karena bintang katai seperti ini memancarkan sedikit cahaya sehingga daerah layak huninya (habitable zone) berada lebih dekat dengan bintang dibanding planet-planet disekitar Matahari.
Planet-planet yang berada di daerah tersebut akan lebih mudah dideteksi dengan menggunakan metode kecepatan radial, metode yang paling sukses dalam pencarian dan deteksi exoplanet.
Planet Lainnya di Gliese 581
Dua tahun lalu, tim astronom yang sama juga menemukan planet yang mengelilingi Gliese 581. Planet yang dikenal dengan nama Gliese 581 b memiliki massa 15 massa Bumi, dan mirip dengan Neptunus. Ia mengorbit Gliese 581 hanya menghabiskan waktu 5,4 hari. Pada saat itu astronom juga sudah melihat adanya indikasi planet lain disekitar tempat itu. Dan setelah pencarian yang lebih lanjut, ditemukan planet super-Bumi, tapi bukan hanya itu, ada juga indikasi yang sangat jelas menunjukkan kalau ditempat itu ada planet ketiga. Planet ketiga tersebut memiliki massa 8 kali massa Bumi dan menyelesaikan putaran orbitnya dalam waktu 84 hari.
Sistem keplanetan di Gliese 581 sedikitnya telah memiliki 3 buah planet dengan massa kurang lebih 15 massa Bumi, dan ini bisa dikatakan merupakan sistem yang luar biasa. Selama ini pencarian exoplanet paling banyak dilakukan pada bintang yang sekelas Matahari.
Metode Pengamatan
Penemuan Gliese 581 c ini dilakukan dengan menggunakan metode kecepatan radial. Metode kecepatan radial mendeteksi perubahan kecepatan bintang induk yang diakibatkan oleh gaya gravitasi dari exoplanet (yang tak terlihat) saat ia mengorbit bintangnya. Evaluasi pengukuran kecepatan akan memberi deduksi tentang orbit planet, biasanya bisa diketahui periode dan jarak dari bintang, serta massa minimumnya. Secara statistik, massa minimum ini mendekati massa yang sebenarnya.
Penemuan ini dilakukan menggunakan spektograf HARPS (High Accuracy RAdial Velocity for the Planetary Searcher), teleskop ESO 3,6 m di La Silla, Chille. HARPS bisa mengukur kecepatan dengan presisi lebih baik dari 1 meter per detik (3,6 km/jam). Dalam pendeteksian ini, variasi kecepatan yang terdeteksi antara 2 dan 3 meter per detik atau setara dengan 9 km/jam. Dari 13 planet yang massanya dibawah 20 massa Bumi, 11 diantaranya ditemukan dengan HARPS.
Selain Gliese 581 c ada dua sistem lain yang memiliki massa kecil juga, yakni planet es yang mengitari OGLE-2005-BLG-390L, yang ditemukan dengan jaringan teleskop microlensing. Massa planet tersebut 5,5 massa Bumi. Namun planet tersebut orbitnya lebih jauh dari bintang induknya yang kecil dibanding jarak Gliese 581 c dengan bintangnya. Selain itu planet yang mengitari OGLE-2005-BLG-390L juga lebih dingin.
Planet lainnya memiliki massa minimum 5,89 massa Bumi (dengan kemungkinan massa benarnya 7,53 massa Bumi) dan periode orbitnya kurang dari 2 hari, hal ini menyebabkan si planet terlalu panas untuk masih memiliki air di permukaannya.
Penemuan Gliese 581 c memberi satu titik cerah dalam masalah pencarian planet-planet yg mirip Bumi didalam zona layak huni bintang. Tapi untuk tiba pada apakah ada kehidupan lain disana atau mungkinkah kita hidup disana masih ada banyak hal yang perlu dijawab.

Ditemukan Planet Baru Menyerupai Jupiter
Ditemukan Planet Baru Menyerupai Jupiter AP/Zina Deretsky/ip
JAKARTA--MICOM: Kemarin para astronom mengkonfirmasi penemuan pertama planet asing di Bima Sakti yang datang dari galaksi lain.

Planet yang menyerupai Jupiter ini mengorbit bintang yang lahir di galaksi lain. Kemudian ditangkap galaksi Bima Sakti antara 6-9 miliar tahun lalu. Sebuah efek samping kanibalisme galaksi membawa sebuah planet yang jauh dari jangkauan astronom pertama kalinya.

"Hal ini sangat menarik," kata seorang penulis studi Rainer Klement of the Max-Planck-Institut fur Astronomie (MPIA) di Heidelberg, Jerman, Kamis (18/11).

"Kami tidak memiliki kemampuan langsung mengamati bintang-bintang di galaksi asing dan memastikan keberadaan mereka".

Para peneliti memaksa para astronom memikirkan kembali ide mereka tentang pembentukan planet dan kelangsungan hidupnya.

Planet baru itu dinamakan HIP 13044b dan sangat dekat dengan bintang induknya. Planet ini menyelesaikan orbit setiap 16,2 hari dan datang sekitar 5 juta mil (8 juta kilometer) dari bintang induknya. Jarak ini hanya 5,5 persen dari jarak Bumi dan Matahari. (Space.com/OL-9)



Tidak ada komentar:

Poskan Komentar